Check more interesting posts

Bagi banyak orang, sebagian besar waktu sehari dihabiskan di kantor. Mulai dari pagi hingga sore, sekitar 8 jam kita berada di kantor. Teman-teman di kantor pun menjadi orang terdekat kita. Bagi kamu yang sedang mengikuti program diet, coba untuk menjalankan program diet bersama teman-teman kantor karena program diet yang dijalankan bersama di kantor ternyata lebih […]

Read more

hidup-sehatKanker umumnya merupakan penyakit yang dapat dicegah. Dua pertiga kematian karena kanker diperkirakan oleh penggunaan tembakau, diet yang buruk, obesitas, dan kurangnya latihan jasmani. Semua faktor ini dapat diubah. Namun demikian, kesadaran akan kemungkinan mencegah kanker melalui perubahan gaya hidup masih belum disadari secara luas.

DIET
Diet merupakan bidang yang subur untuk perhatian intervensi individu dan sosial guna menurunkan kemungkinan risiko menderita kanker tertentu. Berbagai penelitian menyadiakan banyak informasi, yang kadang kala kontradiksi mengenai detrimental dan protektif dari berbagai makanan. Ada bukti kuat bahwa lemak tubuh berlebihan meningkatkan risiko timbulnya beberapa jenis kanker. Kebanyakan informasi nutrisi yang berhubungan dengan kanker memperingatkan tentang diet tinggi lemak, penyebab sebenarnya adalah kelebihan kalori. Penelitian menunjukkan adanya hubungan, meskipun kecil, antara lemak tubuh dan komposisi lemak pada diet. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi kalori yang berlebihan dari lemak dan karbohidrat menimbulkan hasil yang sama dengan kelebihan lemak tubuh. Cara paling ideal untuk menghindari lemak berlebihan adalah membatasi konsumsi kalori dan atau menyeimbangkan konsumsi kalori dengan latihan yang cukup.

Tetap penting untuk membatasi konsumsi kalori, karena bukti yang ada masih mendukung hubungan antara kanker dan lemak polyunsaturated, saturated, dan lemak hewani. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan produk susu yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena beberapa jenis kanker tertentu. Salah satu strategi perubahan diet yang positif adalah mengganti daging merah dengan daging ayam, ikan, kacang-kacangan, dan kacang polong.

Konsumsi buah-buahan dan sayuran yang tinggi telah dihubungkan dengan penurunan risiko kanker, paling tidak 10 jenis kanker. Hal ini mungkin disebabkan faktor protektif, seperti carotenoid, asam folik, vitamin C, flavonoid, phytoestrogen Dan isothiocyanates. Bahan-bahan ini biasanya disebut antioksidan.

Ada bukti kuat bahwa konsumsi alkohol sedang hingga tinggi juga meningkatkan risiko terkena beberapa jenis kanker. Sebuah alasan untuk hal ini mungkin karena alkohol mengganggu tersedianya asam folik. Alkohol bil dikombinasikan dengan tembakau meningkatkan kemungkinan timbulnya beberapa jenis kanker tertentu.

Read more

42-17730045Apakah kamu sering merasa nyeri atau kaku pada sendi-sendi atau tulang belakang? Sendi terasa sakit saat berolahraga, berjalan, atau naik tangga? Mungkin, yang kamu alami adalah salah satu dari gejala penyakit osteoarthritis.

Apa sih Osteoarthrtitis ?

Arthritis atau rematik merupakan penyakit yang menyerang bagian sendi. Penyakit rematik biasanya ditandai dengan nyeri, bengkak, dan peradangan pada sendi. Penyakit rematik pun tidak asing di Indonesia. Data menunjukkan bahwa prevalensi penyakit rematik di Indonesia (2008) mencapai 23.6 – 31.3%1.

Salah satu jenis penyakit rematik yang paling banyak ditemukan adalah osteoarthritis. Osteoarthritis adalah penyakit rematik yang disebabkan oleh kerusakan jaringan tulang rawan. Karena jaringan tulang rawan berfungsi untuk melapisi tulang dan membantu pergerakan sendi, kerusakannya menyebabkan tulang saling berbenturan saat bergerak atau berolahraga yang menimbulkan rasa nyeri dan kekakuan sendi.

Osteoarthritis banyak menyerang persendian leher, siku, pundak, jari atau pergelangan tangan, lutut, punggung, dan pinggul meskipun dapat juga menyerang bagian persendian lainnya. Apabila tidak diatasi, gangguan pada sendi ini dapat menyebabkan gangguan beraktivitas hingga perubahan bentuk sendi dan tulang.

Apa penyebab osteoarthritis?

Penyebab utama osteoarthritis belum diketahui dengan jelas. Namun, ada beberapa faktor yang diyakini dapat meningkatkan risiko penyakit ini:

  • Peningkatan usia. Mayoritas penderita osteoarthritis adalah mereka yang berusia di atas 40 tahun. Tapi, bukan berarti osteoarthritis tidak dapat dialami mereka yang masih muda karena osteoarthritis dapat diderita semua orang. Meningkatnya risiko osteoarthritis seiring dengan peningkatan usia diyakini berhubungan dengan lebih tingginya tingkat penggunaan sendi, berkurangnya kekuatan otot, bertambahnya berat badan, dan berkurangnya kemampuan regenerasi sel.
  • Cedera atau operasi pada sendi bagian tertentu meningkatkan risiko osteoarthritis pada sendi tersebut.
  • Berat badan berlebih berhubungan erat dengan osteoarthritis, terutama pada sendi lutut yang menopang beban tubuh. Risiko osteoarthritis diketahui meningkat hingga 4 kali lipat pada mereka yang kelebihan berat badan10.
  • Aktivitas fisik intesitas tinggi yang berlebihan dapat memberikan beban berlebihan pada sendi dan meningkatkan risiko cedera sehingga meningkatkan risiko osteoarthritis. Namun, aktivitas fisik dengan intensitas ringan dan sedang justru dapat memperkuat sendi sehingga menurunkan risiko osteoarthrtitis.
  • Rokok dapat meningkatkan peradangan di dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko osteoarthritis.
  • Faktor genetik atau keturunan.

Read more