hidup-sehatKanker umumnya merupakan penyakit yang dapat dicegah. Dua pertiga kematian karena kanker diperkirakan oleh penggunaan tembakau, diet yang buruk, obesitas, dan kurangnya latihan jasmani. Semua faktor ini dapat diubah. Namun demikian, kesadaran akan kemungkinan mencegah kanker melalui perubahan gaya hidup masih belum disadari secara luas.

DIET
Diet merupakan bidang yang subur untuk perhatian intervensi individu dan sosial guna menurunkan kemungkinan risiko menderita kanker tertentu. Berbagai penelitian menyadiakan banyak informasi, yang kadang kala kontradiksi mengenai detrimental dan protektif dari berbagai makanan. Ada bukti kuat bahwa lemak tubuh berlebihan meningkatkan risiko timbulnya beberapa jenis kanker. Kebanyakan informasi nutrisi yang berhubungan dengan kanker memperingatkan tentang diet tinggi lemak, penyebab sebenarnya adalah kelebihan kalori. Penelitian menunjukkan adanya hubungan, meskipun kecil, antara lemak tubuh dan komposisi lemak pada diet. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi kalori yang berlebihan dari lemak dan karbohidrat menimbulkan hasil yang sama dengan kelebihan lemak tubuh. Cara paling ideal untuk menghindari lemak berlebihan adalah membatasi konsumsi kalori dan atau menyeimbangkan konsumsi kalori dengan latihan yang cukup.

Tetap penting untuk membatasi konsumsi kalori, karena bukti yang ada masih mendukung hubungan antara kanker dan lemak polyunsaturated, saturated, dan lemak hewani. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan produk susu yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena beberapa jenis kanker tertentu. Salah satu strategi perubahan diet yang positif adalah mengganti daging merah dengan daging ayam, ikan, kacang-kacangan, dan kacang polong.

Konsumsi buah-buahan dan sayuran yang tinggi telah dihubungkan dengan penurunan risiko kanker, paling tidak 10 jenis kanker. Hal ini mungkin disebabkan faktor protektif, seperti carotenoid, asam folik, vitamin C, flavonoid, phytoestrogen Dan isothiocyanates. Bahan-bahan ini biasanya disebut antioksidan.

Ada bukti kuat bahwa konsumsi alkohol sedang hingga tinggi juga meningkatkan risiko terkena beberapa jenis kanker. Sebuah alasan untuk hal ini mungkin karena alkohol mengganggu tersedianya asam folik. Alkohol bil dikombinasikan dengan tembakau meningkatkan kemungkinan timbulnya beberapa jenis kanker tertentu.

LATIHAN JASMANI
Latihan jasmani atau olah raga yang tinggi menurunkan kemungkinan munculnya beberapa jenis kanker. Menurut para peneliti di Universitas Harvard, Amerika, jika seluruh populasi meningkatkan level latihan fisik mereka dengan cara berjalan cepat selama 30 menit setiap hari 9atau penghabisan energi yang sama dengan aktivitas lain), akan mendapatkan penurunan angka kanker kolon sebesar 15%.

Wanita yang mempunyai level latihan fisik tinggi selama hidupnya mempunyai kemungkinan terkena kanker payudara lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak aktif. Shanghai Breast Cancer Study mengevaluasi level aktivitas pada 1,459 wanita dengan kanker payudara dan 1,556 wanita kelompok kontrol — kedua kelompok berusia sama. Wanita yang latihan selama masa remaja dan dewasa mengalami penurunan risiko kanker payudara paling signifikan.

Source : Kimiafarmaapotek.com